Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji 2026 dengan metode semi militer sempat memantik pertanyaan publik.
Namun, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan, metode ini justru dirancang untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, dan mental pelayanan, bukan militerisme.