Di Kampung Bali, Bekasi Utara, berdiri sebuah sanggar seni yang konsisten melestarikan warisan budaya Pulau Dewata.
Sanggar Sangging Bali, milik Wayan Suriarta, menjadi tempat lahirnya berbagai ornamen dan ukiran khas Bali yang kini tersebar hingga ke berbagai daerah di luar Pulau Bali.
Wayan Suriarta mengaku telah menekuni dunia ukir sejak masih bersekolah di Bali. Berasal dari lingkungan kampung pengrajin, keahlian tersebut terus ia jalani hingga merantau ke Bekasi sejak awal tahun 2000-an.
Nama Sanggar Sangging Bali sendiri resmi digunakan pada 2013, terinspirasi dari Pura Sanging di Karangasem, Bali.
Tak hanya mengerjakan ornamen rumah, Sanggar Sangging Bali juga dipercaya membangun pura dan tempat sembahyangan umat Hindu di sejumlah daerah seperti Cilacap, Bandung, Lembang, hingga Lamongan.
Ornamen-ornamen Bali yang menghiasi rumah warga di kawasan tersebut bahkan menjadi cikal bakal penamaan Kampung Bali di Bekasi Utara.
Saat ini, Sanggar Sangging Bali mempekerjakan tujuh orang pengrajin dan menerima pesanan setiap hari.
Seluruh proses ukiran dikerjakan di bengkel sebelum dipasang di lokasi pemesan, sebagai upaya menjaga kerapian dan kenyamanan lingkungan, sekaligus memastikan seni ukir Bali tetap hidup meski berada jauh dari tanah kelahirannya.
Simak selengkapnya dalam berikut ini.
Penulis: Cynthia Lova
Video Jurnalis: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Produser: Abba Gabrillin
#SanggarSangging #KampungBaliBekasi #UkiranBali #BudayaBali #vjlab