Pada bagian penutup ceramah ini, ustaz menekankan dampak nyata dari iri dan dengki terhadap silaturahmi.
Beliau menyampaikan dengan jujur dan apa adanya, bahwa ketika hati sudah dipenuhi iri, hubungan antar manusia perlahan akan renggang.
Yang tadinya sering main, sering ngobrol, sering sapa, tiba-tiba jadi canggung, dingin, bahkan saling menghindar. Bukan karena masalah besar, tapi karena hati tidak siap melihat orang lain lebih dulu bahagia.
Ustaz mengingatkan bahwa Rasulullah SAW sudah memberi peringatan keras tentang bahaya iri dan dengki.
Dalam Al-Qur’an dan hadis, dijelaskan bahwa hasad adalah sumber kejahatan. Bahkan, dengki bisa menghabiskan pahala kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.
Ibadah banyak, sedekah ada, amal ada, tapi bisa habis hanya karena hati tidak dijaga.
Beliau juga mengajak jamaah untuk jujur pada diri sendiri: sering kali iri muncul karena kita merasa “belum waktunya dapat”, tapi orang lain sudah dapat lebih dulu.
Dari sinilah hati mulai panas, pikiran mulai sempit, dan hubungan mulai rusak. Padahal, setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing.
Di akhir ceramah, ustaz mengajak kita untuk menghindari iri dan dengki demi keselamatan hati dan pahala. Karena hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan perasaan panas, cemburu, dan sakit hati.
Jauh lebih indah jika diisi dengan syukur, doa, dan husnuzan. Hati yang bersih akan membuat silaturahmi terjaga, ibadah terasa nikmat, dan hidup lebih ringan.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/643860/jaga-hati-jaga-silaturahmi-kalam-hati