Pada bagian ceramah ini, ustaz membahas secara khusus tentang dampak iri dan dengki dalam kehidupan. Beliau menegaskan bahwa setiap manusia pasti punya potensi iri.
Tidak ada yang benar-benar bersih 100% dari rasa itu. Yang membedakan hanyalah bagaimana kita mengelolanya: apakah dibiarkan tumbuh menjadi dengki, atau diarahkan menjadi motivasi kebaikan.
Ustaz mengingatkan firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 32, bahwa kita dilarang iri terhadap karunia yang Allah berikan kepada orang lain.
Karena setiap orang sudah punya jatah masing-masing. Ada yang diberi rupa, ada yang diberi harta, ada yang diberi kecerdasan, ada yang diberi ketenangan.
Semua dibagi dengan adil oleh Allah, meski tidak selalu sama.
Dalam ceramah ini juga dijelaskan bahwa iri dan dengki bukan sekadar merusak hati, tapi menghalangi rezeki dan kesuksesan.
Banyak hubungan rusak, kerja sama gagal, persahabatan hancur, hanya karena tidak bisa menerima keberhasilan orang lain.
Bahkan hal-hal sepele, seperti tetangga beli mobil atau teman naik jabatan, bisa memicu rasa panas di hati jika tidak dijaga.
Dengan gaya penyampaian yang ringan namun mengena, ustaz mengajak jamaah untuk jujur pada diri sendiri: apakah kita bahagia melihat orang lain bahagia, atau justru gelisah?
Dari sini kita diajak belajar untuk berdamai dengan takdir, menerima pembagian Allah, dan fokus memperbaiki diri. Karena iri dan dengki tidak pernah menguntungkan, yang ada justru melelahkan batin.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/643859/dampak-iri-dan-dengki-yang-sering-tidak-disadari-kalam-hati