:

[FULL] Wanadri Ungkap Detik-Detik Saat Jenazah Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Ditemukan

5 hari lalu

KOMPAS.TV - Sempat dihentikan pencariannya, keluarga almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya bernapas lega.

Pendaki yang dilaporkan hilang selama 17 hari di Gunung Slamet ditemukan para relawan dalam kondisi meninggal dunia.

Almarhum Syafiq ditemukan di kawasan Pos 9 pendakian Gunung Malang, area Watu Langgar. Lokasi penemuan jasad korban tidak jauh dari titik ditemukan rekannya yang selamat.

Korban diduga mengalami hipotermia atau kedinginan ekstrem. Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi korban menuju pos pendakian melalui jalur timur Dipajaya, Desa Clekatakan, Pulosari, Pemalang.

Jenazah Syafiq ditemukan relawan di bawah koordinasi Wanadri yang memutuskan melanjutkan pencarian yang sempat ditutup.

Usai ditemukan, orang tua berterima kasih pada tim pencarian. Ayah korban menyatakan Syafiq baru 2 kali melakukan aktivitas mendaki dan awalnya izin mendaki ke Gunung Sumbing.

Jenazah Syafiq ditemukan pada Rabu, 14 Januari 2026, di area tebing kawah Gunung Slamet setelah lebih dari dua pekan pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dan relawan.

Ulasan lengkap soal penemuan pendaki yang hilang selama 17 hari di Gunung Slamet kita bahas bersama anggota Wanadri 858 Hujan Rimba, Arie Afandi.

Baca Juga Jenazah Pendaki Gunung Slamet Tiba di Magelang, Disambut Isak Tangis Keluarga | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/644146/jenazah-pendaki-gunung-slamet-tiba-di-magelang-disambut-isak-tangis-keluarga-kompas-malam

#pendaki #gunungslamet #wanadri #timsar

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/644161/full-wanadri-ungkap-detik-detik-saat-jenazah-syafiq-ali-pendaki-gunung-slamet-ditemukan

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke