:

Akar Penyakit Hati Ada di Kurang Bersyukur | KALAM HATI

2 minggu lalu

Dalam video ceramah ini, mengajak kita merenungi salah satu penyakit hati yang sering tidak disadari, yaitu kurang bersyukur.

Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun penuh makna, beliau menyampaikan pesan penting tentang bagaimana rasa tidak bersyukur bisa menjadi akar dari berbagai masalah batin.

Ceramah ini mengangkat kisah inspiratif dari pengalaman beliau saat masih mengaji kepada guru besar yang dikenal luas oleh umat, Almarhum Kiai Haji Jidun MJ.

Dari sana, kita diajak belajar sebuah hikmah unik melalui perumpamaan tukang parkir. Sebuah perumpamaan yang tampak sederhana, tetapi sarat dengan pelajaran hidup.

Tukang parkir menjaga kendaraan yang bukan miliknya, namun tetap bertanggung jawab penuh. Ia tidak merasa memiliki, tetapi sadar bahwa semua itu hanyalah titipan.

Ketika mobil masuk dan keluar, ia tidak marah, tidak iri, dan tidak kecewa, karena ia tahu semua bukan haknya.

Dari sini kita diajak belajar untuk memandang hidup dengan cara yang sama: tidak merasa memiliki berlebihan, tetapi menyadari bahwa semua yang kita punya hanyalah titipan dari Allah.

Melalui ceramah ini, kita diingatkan bahwa jika hati sudah merasa “dititipi”, bukan “memiliki”, maka hidup akan terasa lebih tenang, lapang, dan indah. Rasa iri, dengki, dan sakit hati pun perlahan akan hilang.

Sebuah nasihat yang sederhana, namun sangat dalam maknanya untuk kehidupan sehari-hari.

Sahabat Kompas TV,

saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,

setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.

Jangan lupa Like, Comment, and share.

Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/kalam-hati/643854/akar-penyakit-hati-ada-di-kurang-bersyukur-kalam-hati

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke