:

[FULL] IHSG Tren Naik, Nilai Tukar Rupiah Justru Terus Melemah | SAPA PAGI

1 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejak awal Januari, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang terus menguat tidak seirama dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kian melemah.

Meskipun turun pada penutupan perdagangan Senin (12/1/2026) sore, namun secara keseluruhan sejak awal Januari IHSG tercatat semakin menguat seiring dengan masuknya aliran modal asing. Bahkan, dalam 3 bulan terakhir, aliran modal asing tercatat telah menembus lebih dari Rp41 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya kepercayaan investor membuat IHSG “to the moon”. Namun, kuatnya IHSG tidak berjalan beriringan dengan rupiah yang justru terus tertekan. 

Meski demikian, untuk mengantisipasi pelemahan rupiah yang berkelanjutan, Menkeu Purbaya menyebut pemerintah telah menetapkan aturan terbaru terkait devisa hasil ekspor agar eksportir tidak lagi memarkirkan dolar hasil ekspor di luar negeri.

Meskipun sempat turun 0,58 persen ke level 8.884 pada penutupan perdagangan kemarin, data mencatat IHSG telah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak empat kali berturut-turut pada 2, 5, 6, dan 7 Januari. 

IHSG bahkan sempat menyentuh level 9.000 pada perdagangan intraday 8 Januari, sebelum akhirnya ditutup melemah tipis pada akhir pekan lalu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengklaim penguatan IHSG ini baru permulaan, seiring kembalinya kepercayaan investor dan membaiknya kondisi ekonomi. Bahkan, Purbaya optimistis IHSG akan menembus level 10.000 pada akhir tahun 2026.

Jika tren IHSG terus menguat, cerita berbeda terjadi pada nilai tukar rupiah. Berdasarkan data JISDOR Bank Indonesia, sejak awal Januari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. 

Pada 2 Januari, rupiah berada di level 16.725 per dolar AS, lalu terus melemah hingga pada 9 Januari berada di kisaran 16.834 per dolar AS, atau melemah hampir 0,7 persen. 

Kemarin, rupiah kembali tertekan ke level 16.853 per dolar AS.

Sejumlah analis menyebut banyak faktor yang menyebabkan rupiah semakin melemah, di antaranya pelebaran defisit fiskal, tekanan inflasi, hingga kondisi surplus neraca perdagangan.

Lantas, mengapa rupiah bisa melemah pada awal Januari ini, dan apa yang perlu dilakukan pemerintah agar tren pelemahan rupiah tidak terus berlanjut? 

Kita akan membahasnya bersama ekonom dan Guru Besar FEB Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty.

Baca Juga Daftar Stimulus Ekonomi yang Lanjut 2026: Dari PPh UMKM hingga Magang Nasional di https://www.kompas.tv/ekonomi/643392/daftar-stimulus-ekonomi-yang-lanjut-2026-dari-pph-umkm-hingga-magang-nasional

#ihsg #rupiah #nilaitukarrupiah #ekonomi 
 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/643527/full-ihsg-tren-naik-nilai-tukar-rupiah-justru-terus-melemah-sapa-pagi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke