KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan serangkaian opsi tegas terhadap Iran, menyusul demonstrasi di negara tersebut yang diyakini telah menewaskan lebih dari 500 orang.
Sebelumnya, kota-kota di Iran terus diguncang unjuk rasa dan kerusuhan. Kemerosotan ekonomi menjadi inti tuntutan para pengunjuk rasa terhadap penguasa.
Unjuk rasa dimulai sejak 28 Desember 2025. Aparat keamanan semakin keras bertindak terhadap pengunjuk rasa setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding pihak asing memanfaatkan unjuk rasa untuk mengacaukan Iran.
Berdasarkan laporan Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat, lebih dari 10.000 orang telah dipenjara. Pemantauan dilakukan di 186 kota yang tersebar di seluruh 31 provinsi di Iran.