JAKARTA, KOMPAS.TV - Gunung sampah setinggi enam meter lebih menjadi masalah di Pasar Induk Kramat Jati.
Bau busuk mengganggu warga sekitar. Sementara Gubernur Jakarta minta masalah sampah ini segera diselesaikan.
Tembok beton pembatas permukiman dan Pasar Induk Kramat Jati ini jebol, tak kuat menahan beban sampah ratusan ton selama berbulan-bulan.
Tak hanya itu, bau busuk pun menyeruak, mengganggu warga yang tinggal di sekitar TPS. Mereka terpaksa menghirup bau tidak sedap setiap hari.
Menjadi sorotan dan protes warga, sampah di Pasar Induk Kramat Jati pun mulai dibersihkan.
Jumat (9/1/2026) siang, 19 armada petugas pengangkut sampah diterjunkan untuk menangani tumpukan sampah.
Ditargetkan persoalan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati akan teratasi dalam satu minggu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, minta masalah sampah di Kramat Jati segera diselesaikan.
Pramono bilang tidak ada alasan tak tertangani, apalagi truk pengangkut sampah sudah ditambah.
Baca Juga Darurat Sampah di Pasar Induk Kramat Jati: Tembok Jebol, Warga Sekitar Terganggu Bau Busuk di https://www.kompas.tv/regional/642898/darurat-sampah-di-pasar-induk-kramat-jati-tembok-jebol-warga-sekitar-terganggu-bau-busuk
#kramatjati #pramonoanung #gubernurjakarta #sampah #jakarta
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/642900/gunung-sampah-6-meter-di-pasar-induk-kramat-jati-sebabkan-tembok-jebol-begini-langkah-pemprov-dki