Seorang anak berusia empat tahun, warga Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, menderita luka serius setelah diduga terkena peluru nyasar di bagian mata.
Insiden tragis ini terjadi di tengah pecahnya aksi tawuran di kawasan tersebut, Senin (5/1/2026).
Peristiwa memilukan ini bermula ketika AA sedang bepergian bersama ibunya, Romanda Capriati Siregar (33), menggunakan becak bermotor (betor).
Mereka berencana menjemput sang ayah yang berada di Pasar Baru.
Saat melintas di dekat Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Belawan, perjalanan mereka terhenti lantaran, jalanan diblokade oleh sekelompok pemuda yang terlibat aksi tawuran.
Di tengah situasi mencekam tersebut, tiba-tiba AA menangis histeris.
Romanda kemudian memeluk anaknya dan berusaha mencari pertolongan, darah pun mulai mengucur deras dari kelopak mata anaknya.