KOMPAS.TV - Mengantisipasi berkembangnya kasus super flu di Tanah Air, sejumlah bandara memperketat pengawasan. Salah satunya dengan kembali mengoperasikan thermal scanner atau pemindai suhu tubuh yang sebelumnya digunakan saat pandemi Covid-19.
Penyebaran varian baru virus influenza, atau yang dikenal dengan super flu, telah terdeteksi di sejumlah provinsi Indonesia. Gejala flu biasa dan super flu hampir sama, namun gejala super flu ditambah dengan nyeri tenggorokan, nyeri otot, menggigil, hingga kelelahan berat dengan onset yang muncul secara tiba-tiba.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada 31 Desember 2025 tercatat ada 62 kasus Influenza A H3N2 subclade K atau super flu di Indonesia. Tersebar di sejumlah provinsi, namun jumlah terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Sementara mayoritas pasien adalah perempuan dan anak-anak. #
superflu #ketuaIDAI #anaksuperflu
Baca Juga [FULL] Cerita Warga soal Penempatan Perumahan Puri Asih Sejahtera Sebelum di Eksekusi Penggusuran di https://www.kompas.tv/regional/642579/full-cerita-warga-soal-penempatan-perumahan-puri-asih-sejahtera-sebelum-di-eksekusi-penggusuran
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/642581/full-ketua-idai-sebutkan-gejala-berbahaya-flu-biasa-dan-super-flu-sapa-siang