Intelijen China di Kuba berada diambang harus angkat koper, usai kejatuhan Venezuela di tangan Amerika Serikat, Sabtu (3/1/2026).
Perlu diketahui penangkapan Maduro berpotensi memicu efek domino geopolitik di Karibia, terutama bagi Kuba yang kini menjadi rumah bagi fasilitas intelijen sinyal (SIGINT) China yang sangat strategis untuk memantau Amerika Serikat.
Di tengah ambisi Donald Trump menerapkan America First dengan menekan pengaruh China di Amerika Latin, Kuba dihadapkan pada dilema besar, mempertahankan SIGINT China yang mahal dan menguras listrik di tengah krisis energi, atau menutupnya demi kelangsungan hidup rakyat dengan imbalan minyak murah dari Venezuela yang kini berada di bawah kendali AS.
Tanpa perlu menembakkan peluru, tekanan ekonomi menjadi senjata utama Washington. Namun pertanyaannya, akankah Kuba menyerah pada tekanan Amerika, atau justru menjadi medan awal pertarungan besar Amerika Serikat dan China di Karibia?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: The Long Night - Quincas Moreira
#global #konflik ##kompascomlab #Venezuela #DonaldTrump #NicolasMaduro #Kuba #China