KOMPAS.TV - Amerika Serikat menyita dua kapal tanker di Laut Karibia dan Samudra Atlantik. Dua tanker minyak tersebut sebelumnya berlayar dengan bendera Venezuela.
Dua kapal tanker yang disita Amerika Serikat diklaim berlayar tanpa kewarganegaraan, setelah Amerika Serikat menyerang dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Penyitaan kapal tanker ini dibantu militer Inggris, yang mengambil alih salah satu dari dua kapal untuk diserahkan kepada Amerika Serikat.
Sebelumnya, Amerika Serikat juga menggelar operasi penyitaan kapal Venezuela lainnya di Samudra Atlantik pada bulan Desember. Para kritikus mengatakan tindakan itu melanggar norma Konvensi PBB tentang Hukum Laut Lepas, yang menyatakan bahwa tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal yang terdaftar sah di yurisdiksi negara lain.
Dikabarkan, sebagian kru tanker yang mengoperasikan kapal tersebut merupakan warga negara Rusia. Hal ini dikhawatirkan dapat meningkatkan eskalasi konflik menjadi lebih luas.
Baca Juga Trump Culik Presiden Venezuela dan Incar Greenland, Praktisi HI: AS Ingin Pertahankan Dominasi di https://www.kompas.tv/internasional/642358/trump-culik-presiden-venezuela-dan-incar-greenland-praktisi-hi-as-ingin-pertahankan-dominasi
#amerikaserikat #venezuela #kapaltanker #minyakvenezuela
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/642463/detik-detik-pasukan-as-sita-kapal-tanker-minyak-venezuela-di-laut-lepas-kompas-pagi