KOMPAS.TV - Akibat luapan Sungai Way Sekampung, dua dusun di Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, Lampung, terendam banjir.
Selama empat hari, akses menuju desa terputus karena tidak bisa dilalui kendaraan.
Untuk beraktivitas, warga harus menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu yang ditarik.
Selain memutus akses desa, luapan sungai juga merendam sekitar 400 hektare lahan pertanian. Tanaman jagung, singkong, dan padi dipastikan gagal panen.
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan solusi permanen, mengingat banjir selalu terjadi setiap tahun dan menimbulkan kerugian berulang.
Hujan dan tingginya air pasang laut selama dua bulan merendam 2.600 hektare lahan persawahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Banjir terjadi saat petani sedang masa tanam benih. Kondisi ini membuat padi rusak dan terancam gagal panen.
Menurut petani, sejak 5 tahun terakhir, panen padi yang mestinya dilakukan dua kali dalam setahun kini hanya bisa satu kali karena cuaca yang tidak bisa lagi diprediksi.
Petani berharap pemerintah membantu mereka menangani banjir dan memperbaiki sarana pertanian.
Baca Juga Bertaruh Nyawa di Jembatan Darurat, Petani Aceh Tengah Jatuh Terpeleset dari Kabel Sling di https://www.kompas.tv/nasional/641921/bertaruh-nyawa-di-jembatan-darurat-petani-aceh-tengah-jatuh-terpeleset-dari-kabel-sling
#petani #gagalpanen #banjir #lampung
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/642310/petani-terancam-gagal-panen-imbas-banjir-rendam-lahan-persawahan-sapa-siang