Iran dikabarkan khawatir usai Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). AS dikabarkan mulai menemukan titik lemah Iran, sembari Presiden Donald Trump terus menebarkan ancaman.
Perlu diketahui kondisi internal dan geopolitik Iran saat ini terlihat mirip dengan yang dialami Venezuela, sebelum akhirnya diserang AS.
Venezuela mengalami sanksi ekonomi dari AS, lalu dalam perjalanannya mengalami tekanan krisis dalam negeri yang berkepanjangan. Ini memicu gejolak nasional yang diduga menjadi gejala awal yang mempermudah AS lakukan penyusupan. Hal ini juga yang sedang dialami Iran.
Krisis ekonomi dan sanksi AS memicu gelombang protes massal, serta krisis kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei.
Ancaman kian kuat, saat Trump menekankan akan merombak sistem pemerintahan Ali Khamenei dengan slogan "Make Iran Great Again". Dan dalam beberapa hari terakhir Trump terus mencari perkara dengan mengultimatum pemerintah Iran agar tidak menewaskan demonstran.
Mengantisipasi gelombang demonstransi yang kian besar, Ali Khamenei pun dikabarkan akan meninggalkan Teheran menuju Rusia.
Lalu, apakah Iran benar-benar akan menjadi target berikutnya dalam manuver geopolitik Trump?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Future Glider - Brian Bolger
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #AyatollahAliKhamenei #Venezuela #NicolasMaduro #DonaldTrump