:

Warga Galang Donasi Lewat Media Sosial untuk Perbaiki Jalan | SAPA PAGI

2 minggu lalu

KOMPAS.TV - Bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki, warga Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, inisiatif memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Selain dengan cara patungan, mereka menggalang donasi lewat siaran langsung di media sosial.

Seperti inilah kondisi jalan yang menjadi akses utama aktivitas pertanian, pendidikan, dan perputaran ekonomi masyarakat di Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Menurut warga, kerusakan jalan sudah lebih dari sepuluh tahun dan sering menimbulkan kecelakaan, terutama di musim hujan.

Geram karena jalan yang tak kunjung diperbaiki, warga secara swadaya memperbaiki jalan dengan material seadanya. Bahkan warga dari Dusun Maronggi Daya dan sekitarnya turut terlibat dalam gotong royong membenahi jalan.

Seluruh dana perbaikan berasal dari sumbangan masyarakat.

Selain itu, warga juga menghimpun dana dengan membuka donasi lewat siaran langsung di media sosial.

Dana yang terkumpul hingga pekan pertama tahun ini sekitar tiga puluh juta rupiah, yang digunakan untuk membeli material dan perbaikan darurat.

Pihak desa menyatakan sudah beberapa kali mengajukan untuk perbaikan jalan, namun belum ada tanggapan.

Warga meminta bantuan kabupaten untuk memberikan perhatian terhadap infrastruktur yang rusak.

#perbaikanjalan #ngamen #donasi

Baca Juga Gelombang Tinggi di Sertai Hujan dan Angin Kencang Terjang Pesisir Manado | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/642211/gelombang-tinggi-di-sertai-hujan-dan-angin-kencang-terjang-pesisir-manado-sapa-pagi

 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/642217/warga-galang-donasi-lewat-media-sosial-untuk-perbaiki-jalan-sapa-pagi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke