Greeland, Kolombia, dan Iran langsung bereaksi keras usai dikabarkan menjadi target baru Amerika Serikat.
Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik-Nielsen langsung menyentil Presiden AS Donald Trump yang dianggap melanggar hukum internasional.
"Saya ingin mengatakan bahwa saya rasa tidak pantas untuk membicarakan kemungkinan atau potensi operasi militer di negara ini. Tentu saja, kita harus menyadari hal ini dalam kesiapan kita, dan kita harus siap menghadapi kemungkinan bahwa kita mungkin mencapai titik itu," ungkap Jens dalam keterangan persnya, Senin (5/1/2026).
Kolombia langsung menerjunkan pasukannya berjaga ketat di perbatasan negaranya dengan Venezuela. Sejumlah barikade dan rantis berjejer di perbatasan kedua negara. Presiden Kolombia, Gustavo Petropun mengaku tidak tunduk terhadap ancaman Trump.
Iran pun melakukan kecaman serupa. Iran bahkan menilai AS dan sekutunya tidak punya kewenangan mengatur internal sebuah negara yang merdeka dan sah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #DonaldTrump #Venezuela #Greenland #Iran #Kolombia