Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature mengubah pemahaman ilmuwan mengenai struktur dalam Titan, bulan terbesar Saturnus.
Data ulang dari wahana Cassini menunjukkan bahwa Titan tidak memiliki samudra air luas seperti yang diduga sebelumnya, melainkan lapisan es tebal dan bubur es yang menyerupai es laut Arktik.
Temuan ini membuka kemungkinan adanya kantong air tawar hangat yang menjadi lokasi ideal untuk kehidupan mikroskopis.
Para peneliti menemukan bahwa kantong air tersebut dapat mencapai suhu hingga 21 derajat Celsius, kondisi yang memungkinkan organisme kecil untuk bertahan.
Bukti gravitasi Saturnus menunjukkan bahwa interior Titan jauh lebih kompleks dan mengandung energi yang cukup untuk membentuk kantong air tersebut.
Konfirmasi lebih lanjut menunggu misi Dragonfly yang dijadwalkan tiba di Titan pada 2034.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi Narator: Novyana Nurmita Dewi Video Editor: Novyana Nurmita Dewi Produser: Novyana Nurmita Dewi