TAPSEL, KOMPAS.TV - Di hari pertama sekolah setelah libur semester dan tahun baru, membawa keprihatinan di hati para orang tua murid di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Putra-putri mereka terpaksa bersekolah di tenda darurat karena sekolah mereka hancur akibat banjir bandang 25 November.
Libur semester dan tahun baru telah berakhir. Saatnya anak-anak kembali ke sekolah.
Di hari yang ceria, di saat anak-anak bisa kembali bertemu teman dan guru, hampir dua ratus siswa dan siswi dari sekolah yang rusak akibat banjir bandang di dua desa, yakni Desa Garoga dan Desa Hutagodang, terpaksa belajar di tenda darurat.
Kondisi prihatin ini membuat sebagian orang tua yang mengantarkan anak mereka untuk mengikuti proses belajar mengajar terharu. Seperti Mutiara, dalam kondisi pascabanjir, terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk ongkos menuju ke sekolah anaknya yang berjarak tiga kilometer dari rumahnya.
Ada 23 sekolah di Tapanuli Selatan yang rusak akibat diterjang banjir bandang 25 November lalu.
Sebagian siswa terpaksa dititipkan di sekolah yang aman untuk sementara waktu.
Sementara sebagian siswa lainnya belajar di tenda darurat.
#banjir #sekolahdarurat #tapanuliselatan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/641965/siswa-terpaksa-belajar-di-tenda-usai-sekolah-diterjang-banjir-ongkos-beratkan-orang-tua