Sekelompok orang yang mengatasnamakan perwakilan korban penganiayaan oleh anggota TNI AL berinisial M mendatangi kantor Polres Metro Depok, Kota Depok, Senin (5/1/2026) siang.
Hal ini berkaitan dengan peristiwa M menganiaya dua pria berinisial WAT (24) dan DN (39) dan berujung salah satu korban, WAT, meninggal dunia.
Massa mayoritas menggunakan pakaian berwarna putih dan sorban di kepala. Mereka berbondong-bondong mendatangi kantor Satreskrim Polres Metro Depok.
Mereka menyerukan protes terkait penanganan kasus yang menewaskan WAT di Sukatani, Tapos, Depok.
Di lain sisi, Kasie Humas Polres Depok AKP Made Budi mengatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan massa.
Kata Made, penyidik kini tengah bekerja dalam mengusut kasus tersebut.
“(Telusuri) bukti-bukti, apakah memang dugaan tersebut benar atau tidak itu terus kami dalami dan tentunya bukti chat handphone ataupun secara fisik pelaku ataupun korban melakukan transaksi narkoba, itu terus kami dalami,” jelas Made.
Sebagai informasi, dua pria berinisial WAT (24) dan DN (39) diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota TNI AL berinisial M di Tapos, Kota Depok.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (2/1/2026) dini hari bermula ketika M dan salah seorang warga sipil mencurigai adanya transaksi ilegal oleh WAT dan DN di lingkungan rumahnya.
Jenis transaksi ilegal yang masih dalam proses pemeriksaan itu memicu tindakan M dan warga tadi melakukan kekerasan fisik kepada kedua korban.
Akibatnya, kedua korban mengalami luka berat dan dibawa ke RS Bhayangkara Brimob.
Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo
Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo
Video: Dzaky Nurcahyo
Produser: Abba Gabrillin
#News #Polisi #Peristiwa #Depok #TNI #vjlab