BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Berawal dari kepedulian terhadap sampah sisa makanan, SMP Negeri 1 Banjarmasin menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi lingkungan sekolah.
Setiap hari, sisa makanan dari kantin dan paket MBG tidak lagi dibuang, melainkan diolah menjadi pupuk kompos.
Setiap hari, SMPN 1 Banjarmasin tak lepas dari aktivitas jajanan atau makan siang yang menyisakan sampah organik dari kantin dan paket MBG.
Namun, alih-alih dibuang begitu saja, sampah organik ini justru dikumpulkan oleh warga sekolah untuk diolah menjadi kompos.
Di setiap kelas, siswa diajak berpartisipasi mengumpulkan sisa makanan sebelum didistribusikan ke alat komposter.
Komposter yang digunakan pun sederhana, terbuat dari ember plastik yang telah diberikan lubang, kemudian ditanam di area tanah sekolah.
Inovasi yang telah diterapkan sejak 2014, Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 1 Banjarmasin, Nurul Herliani, bilang untuk mengajak siswa-siswi dalam penanggulangan sampah organik yang kian membukit.
Para siswa pun mengaku program ini membuat mereka lebih peduli lingkungan dan memberi manfaat langsung.
Hasilnya, sebanyak 20 komposter tanam tersebar di halaman sekolah yang digunakan untuk menanam bunga, cabai, hingga ubi.
Melalui inovasi ini, pihak sekolah berharap program dapat ditiru oleh sekolah lain sehingga produksi sampah organik bisa berkurang.
#smp1banjarmasin #mbg #kompos
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/641676/peduli-lingkungan-smpn-1-banjarmasin-olah-sampah-makanan-sisa-hingga-mbg-jadi-pupuk-kompos