KOMPAS.TV - Seorang perempuan menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan sopir taksi online saat dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Saat melakukan kekerasan seksual, pelaku mengancam korban menggunakan senjata jenis pistol. Korban pun tak berdaya.
Inilah detik-detik penangkapan FG, lelaki 49 tahun, pelaku pemerkosaan seorang penumpang taksi online di Sukamaju, Depok, Jawa Barat.
Kini FG telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara kondisi korban masih mengalami trauma.
Dari hasil pemeriksaan polisi diketahui, pelaku FG melakukan kekerasan seksual terhadap korban di bawah pengaruh narkoba jenis sabu.
Sementara terkait senjata jenis pistol yang digunakan pelaku, masih dilakukan diselidiki.
Akibat perbuatannya, residivis kasus penipuan ini dijerat pasal berlapis tentang pemerkosaan dan penggunaan obat terlarang, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Kejahatan di taksi online masih berulang. Tak hanya penumpang yang jadi sasaran kejahatan oknum sopir taksi online, sebaliknya sopir taksi online pun kerap jadi korban pelaku kejahatan yang menyamar sebagai penumpang.
Seperti yang terjadi pada 10 November lalu. Ujang Adiwijaya, sopir taksi online berusia 57 tahun, menjadi korban perampokan dan pembunuhan dua penumpangnya. Para pelaku membuang jenazah korban dengan tangan dan kaki terikat di pinggir Tol Jagorawi kilometer 30, lalu membawa kabur mobil korban.
Sementara itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia menyebut, lemahnya sistem keamanan yang disediakan penyedia jasa taksi online menjadi celah terjadinya kejahatan terhadap penumpang maupun sopir taksi online.
Sejalan dengan FKBI, pengamat transportasi turut mendorong adanya regulasi yang mengatur perusahaan penyedia jasa taksi online, mewajibkan mitranya memasang CCTV di dalam mobil. Diharap CCTV di setiap armada taksi online terhubung dengan pusat data aplikator. Tujuannya dapat diawasi secara real time.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/641525/aksi-kejahatan-di-taksi-online-sasar-penumpang-hingga-sopir-sistem-keamanan-jadi-sorotan