KOMPAS.TV - Penangkapan terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS berlangsung tak lama setelah polisi memeriksa 22 orang saksi. Saksi tersebut terdiri dari keluarga, tetangga, karyawan, hingga orang tua teman korban.
Polisi juga mengaku telah mendapatkan saksi mahkota yang identitasnya dirahasiakan. Kriminolog Universitas Indonesia menduga korban bukan target utama pelaku.
Korban disinyalir dibunuh karena pelaku menyimpan dendam terhadap orang tua korban yang berprofesi sebagai politisi. Untuk mengungkap motif pembunuhan, polisi dapat menelusuri berbagai petunjuk, termasuk jejak digital orang tua korban.
Selain itu, misteri rusaknya kamera pengawas di rumah korban turut menjadi sorotan. Jika terbukti CCTV dirusak secara sengaja, kasus ini dapat dikategorikan sebagai pembunuhan berencana.