Pada bagian ini, tema ceramah semakin dipertegas: bagaimana cara meraih hidup yang benar-benar berkah. Bukan sekadar hidup yang terlihat cukup, tetapi hidup yang terasa ringan, bahagia, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ustazah mengajak jamaah untuk kembali pada dua kunci utama keberkahan: taubat dan rasa syukur.
Banyak orang mengira berkah itu soal jumlah uang banyak, harta melimpah, atau hidup serba ada. Padahal, berkah bukan diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, melainkan bagaimana apa yang Allah beri itu membawa kita semakin mudah beribadah.
Harta yang berkah membuat tangan ringan bersedekah. Makanan yang berkah membuat kita senang berbagi. Tubuh yang sehat terasa ringan untuk beribadah. Bahkan waktu luang pun menjadi sarana mendekat kepada Allah.
Dengan bahasa yang ringan, humor yang mengena, dan contoh sehari-hari yang dekat dengan kehidupan jamaah, ceramah ini menegaskan bahwa sedikit tetapi berkah jauh lebih menenangkan daripada banyak tapi tidak membawa kebaikan.
Rezeki yang belum habis sudah datang lagi, makanan yang belum tandas sudah ada tambahan itulah tanda keberkahan yang sering luput kita sadari.
Ceramah ini mengajak kita untuk meluruskan cara pandang: tidak semua yang banyak pasti berkah, dan tidak semua yang sedikit berarti kekurangan
Selama hidup kita dipenuhi rasa syukur, taubat, dan kemudahan untuk taat kepada Allah, maka itulah keberkahan yang sesungguhnya bekal bahagia dunia dan akhirat.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/640469/rezeki-ada-tapi-tidak-terasa-berkah-kalam-hati