KOMPAS.TV - Influencer Sherly Annavita mendapat teror usai menyuarakan pandangannya soal penanganan bencana di Aceh. Sherly bahkan mengunggah bukti, di antaranya surat berisi ancaman.
Melalui akun Instagramnya, Sherly Annavita mengungkap teror yang terjadi pada dirinya. Ia menunjukkan benda-benda yang dikirim dalam teror itu, di antaranya telur busuk, surat yang berisi ancaman, hingga aksi vandalisme terhadap mobil pribadinya.
Menurut Sherly, teror semakin bermunculan setelah dirinya buka suara mengenai kondisi warga Aceh yang terdampak bencana.
Influencer lainnya, Ramond Dony Adam alias DJ Donny, juga mendapatkan teror. Selain mendapat kiriman bangkai hewan, rumah Dony dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal.
Dari rekaman CCTV, bom molotov itu dilemparkan dua orang yang menggunakan masker. Saat kejadian, bom molotov itu mengenai kap mobilnya. Namun api mati sebelum menyebar.
Dony telah melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya.
Sementara itu, teror juga dilakukan di rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. Iqbal mendapat kiriman bangkai ayam pada Selasa, 30 Desember 2025.
Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, menduga kiriman ini sebagai bentuk teror terhadap kerja-kerja Iqbal Damanik sebagai pengampanye Greenpeace, terutama karena belakangan banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana di Sumatera.
#sumatera #banjir #influencer #greenpeace
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/640938/teror-beruntun-usai-kritik-penanganan-banjir-influencer-hingga-aktivis-greenpeace-jadi-sasaran