Kantor HAM PBB menilai Myanmar tengah mengalami peningkatan kekerasan, represi, dan intimidasi menjelang pemilu yang akan digelar pada Minggu (28/12/2025). Mereka menyatakan pemilu tersebut telah dikendalikan militer dan dinilai sebagai pemilu palsu.
Kantor HAM PBB menyebut, pemilu di Myanmar digelar dalam kondisi yang tidak memberi ruang bagi partisipasi bebas dan bermakna. Pasalnya, orang-orang yang kritis dipenjara, sementara para pengungsi dipaksa untuk pulang dan berpartisipasi dalam pemilu.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar Penulis naskah: Salsabila Suseno Narator: Salsabila Suseno Video editor: Aqmal Safa Rifai Produser: Akhmad Muawal Hasan