TAPANULI TENGAH, KOMPAS.TV - Warga korban bencana di Sumatera Utara merayakan Natal tahun ini dengan penuh kesederhanaan. Natal pun dijadikan momen untuk kembali bangkit menata hidup pascabencana.
Gereja HKBP Resort Tukka Hutanabolon di Tapanuli Tengah jadi saksi bisu bagaimana dahsyatnya banjir bandang yang merusak hampir semua bangunan di sekitarnya. Gereja yang masih berdiri tegak ini pun jadi tempat umat Kristiani untuk merayakan Natal tahun ini.
Suasana khidmat pun begitu terasa saat perayaan Natal di gereja ini. Di tengah duka, korban banjir bandang tetap melaksanakan misa dengan penuh syukur.
Tradisi makan bersama pun masih tetap dilaksanakan. Meski tak semeriah tahun sebelumnya, karena tahun ini tak banyak makanan yang disiapkan dan sebagian berasal dari bantuan yang diberikan untuk korban bencana.
Natal pun dijadikan momen untuk kembali bangkit dengan pengharapan kepada Tuhan.
Tak mau terus terpuruk, perayaan Natal pun dijadikan momen untuk kembali bangkit. Ini juga yang terlihat dari jemaat Gereja Katolik Protestan Angkola (GKPA) di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera.
Gereja ini akhirnya bisa digunakan untuk perayaan Natal setelah warga dibantu anggota TNI membersihkan gereja dari lumpur dan tumpukan kayu.
Sukacita Natal terasa dalam kesederhanaan. Sukacita Natal juga jadi momen kembali bangkit menata hidup dalam pengharapan kepada Tuhan.
Baca Juga Akses ke Pining Gayo Lues Masih Terputus, Upaya Pembukaan Jalan Terus Dilakukan di https://www.kompas.tv/regional/639748/akses-ke-pining-gayo-lues-masih-terputus-upaya-pembukaan-jalan-terus-dilakukan
#natal #bencanasumatera #perayaannatal
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/639749/rayakan-natal-dengan-kesederhanaan-harapan-bangkit-warga-sumut-pasca-bencana