:

Ungkap Hambatan Penyelidikan Kawasan Hutan, Prabowo: Rakyat Dihasut, Preman Dibayar

4 minggu lalu

Presiden RI Prabowo Subianto mengetahui banyak pihak yang menghambat proses verifikasi dan penyelidikan untuk menertibkan kawasan hutan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Hal itu diungkap Prabowo usai menyaksikan penyerahan uang hasil denda atas pelanggaran administratif kawasan hutan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025).

"Tidak sedikit luas lahan, jumlah korporasi-korporasi yang melanggar, upaya-upaya korporasi-korporasi itu untuk menghambat verifikasi, menghambat penyelidikan, menghambat investigasi, upaya-upaya perlawanan, yang kita mengerti dan kita paham," tutur dia.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa ada pihak yang mencoba menghasut rakyat, membayar preman, hingga melawan petugas di tempat yang jauh dan tidak tersorot oleh media dan influencer.

"Rakyat yang dihasut, preman-preman yang dibayar untuk menantang dan melawan petugas ini, di tempat yang jauh tidak terlihat oleh media, tidak terlihat oleh kamera, tidak terlihat oleh influencer-influencer, vloger-vloger dan sebagainya," ungkap dia.


Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo 

Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo

Video: Dzaky Nurcahyo

Produser: Nursita Sari


#hukum #PrabowoSubianto #PenertibanHutan #KawasanHutan #SatgasPKH #vjlab

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke