:

Rudal Tomahawk AS Bisa "Hancur" di Tangan China

3 minggu lalu

Rudal Tomahwk dan senjata presisi AS membutuhkan magnet samarium-kobalt yang tahan panas ekstrem. Pemberlakuan pembatasan pada beberapa eskpor logam tanah jarang China bisa mempengaruhi pembuatan senjata andalan Washington tersebut.

Beijing telah memutus pasokan samarium ke kontraktor pertahanan Amerika yang menjual ke Raytheion, pembuat rudal Tomahwk. Samarium diproses hampir secara ekslusif di China, tempat lebih dari 85 persen magnet logam tanah jarang dunia diproduksi.

Pemutusan pasokan ini menjadi titik lemah startegis bagi industri pertahanan Washington. China mewajibkan izin ekspor untuk samarium dan enam logam tanah jarang lain sejak April lalu. Perusahaan asing yang menggnakan samarium untuk tujuan militer tidak lagi diizinkan membli dari China. Kontraktor pertahanan AS pun praktis masuk daftar hitam rantai pasok China.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah
Narator: Musayadah Khusnul Khotimah
Video Editor: Dina Rahmawati
Produser: Dandy Bayu Bramasta

Musik: Tak - Bobby Richards

#Global #Konflik ##DailyNews #RudalTomahawk #China #RudalAS

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke