Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memastikan jalur bantuan kemanusiaan internasional mulai dibuka bagi pemulihan pascabencana di Aceh.
Juru Bicara Pemprov Aceh, Muhammad MTA mengonfirmasi bantuan internasional untuk penanganan bencana di Sumatera telah diizinkan masuk, dengan catatan tidak bersifat government to government.
Ia menjelaskan bantuan yang diperbolehkan masuk masih dibatasi pada skema non-pemerintah ke pemerintah, dengan pengawasan ketat lembaga kebencanaan nasional dan daerah.
Berdasarkan hasil konfirmasi dengan Kementerian Dalam Negeri, bantuan non-pemerintah yakni lembaga internasional seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi kemanusiaan.