ACEH, KOMPAS.TV - Warga Aceh Tamiang berjuang membersihkan lumpur tebal pascabanjir bandang lalu. Sementara warga Bener Meriah harus berjalan kaki untuk mencari kebutuhan pokok karena masih ada akses jalan yang belum tersambung.
Di tengah keterbatasan pasokan air bersih, warga Aceh Tamiang membersihkan sisa material banjir bandang yang menerjang wilayah mereka akhir November lalu.
Pembersihan rumah dilakukan agar mereka dapat segera kembali ke rumah setelah mengungsi.
Warga berharap pemerintah segera memulihkan pasokan air bersih agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.
Sementara warga Bener Meriah, Aceh, terpaksa berjalan kaki belasan kilometer untuk bisa berbelanja kebutuhan pokok karena masih ada akses jalan yang belum tersambung.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, mengatakan jalan yang sudah tersambung dari Lhokseumawe–Bener Meriah, sementara dari Bireuen ke Bener Meriah belum terhubung.
Gerak pemerintah harus lebih cepat lagi untuk membantu para korban bencana di Sumatera. Akses jalan, pasokan kebutuhan pokok, hingga air bersih sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup.
#acehtamiang #banjir #benermeriah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/639021/perjuangan-warga-aceh-tamiang-bener-meriah-lumpur-tebal-minim-bantuan-jalan-belasan-kilometer