:

ACENG GIMBAL Seniman Jalanan yang Mendirikan Ruang Belajar untuk Anak Nelayan Kota.

1 bulan lalu

Di antara pencemaran limbah, teriknya matahari, dan kerasnya kehidupan nelayan, seorang seniman jalanan berambut gimbal datang dengan gitarnya. Ia adalah Aceng Gimbal, atau yang akrab disapa "Sang Presiden Trotoar". Sejak 2018, ia memilih untuk membersamai anak-anak nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, sebuah kawasan yang kerap distigma sebagai sarang masalah.

Dari keyakinannya, lahirlah Taman Anak Pesisirsebuah ruang belajar sederhana yang berdiri di atas laut. Di sini, anak-anak nelayan tidak hanya belajar mengaji dan calistung, tetapi juga mengekspresikan diri melalui musik, teater, dan puisi. Aceng mengajarkan bahwa seni adalah bentuk perlawanan bagi yang terpinggirkan, dan kebahagiaan bukanlah soal memiliki, tetapi soal kebersamaan.

Dalam kilasan ini, terlihat bagaimana perjuangan Aceng dan anak-anak pesisir melawan keterbatasan, sambil menyanyikan lagu yang menyuarakan "Nasib Nelayan Kota", berharap suatu hari nanti, dari pesisir yang kian sekarat ini, akan lahir seorang Menteri Kelautan.

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke