Hujan deras yang mengakibatkan banjir bandang di Aceh Tamiang pada 26-28 November 2025 membuat hati Saiful tak tenang.
Saiful gusar karena desa yang ditempati kedua orangtuanya di Sekumur, Kecamatan Sekrak, Aceh Tamiang, dikabarkan hilang tersapu banjir.
Ia lalu memutuskan untuk berjalan kaki dari rumahnya di Desa Batang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka, untuk memastikan keluarganya aman.
Kata Saiful, berjalan menjadi satu-satunya opsi karena saat itu, tiga hari pasca-bencana, banyak jalan yang terputus akibat longsor.
Total lebih dari 20 kilometer Saiful berjalan dengan elevasi naik dan turun. Ia mengungkapkan, membutuhkan waktu selama lima jam untuk tiba di kediaman orangtuanya.
Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo
Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo
Video: Dzaky Nurcahyo
Produser: Abba Gabrillin
#Bencana #Banjir #Sumatera #Aceh #AcehTamiang #Kisah #vjlab