Komandan Kompi C, Lettu Inf Rahmat mengaku mendengar suara Prada Lucky Chepril Saputra Namo berteriak "minta ampun".
Pengakuan Rahmat itu pun disampaikan dalam sidang lanjutan kasus kematian Prada Lucky, anggota TNI yang tewas dianiaya para seniornya. Sidang digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (12/11/2025).
Komandan Kompi C, Rahmat yang dihadirkan sebagai saksi dalam keterangannya saat ditanya hakim ketua, mengaku mendengar suara teriakan Prada Lucky, ketika ia disiksa oleh pelaku.
"Saat itu, kami mendengar suara minta ampun dari ruangan Intel. Kami mendekat dan masuk ke ruangan Intel dan melihat Pratu Alan sempat mencambuk Prada Lucky menggunakan selang di bagian punggung," ungkap Rahmat.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Dina Rahmawati
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Music: Into the Depths - Jingle Punks
#peristiwa #viral ##kompascomlab #PradaLucky #KasusPradaLuckyTewasDianiayaSenior #TNI #TNIAD