Fenomena rojali atau rombongan jarang beli kembali menjadi perbincangan di pusat perbelanjaan Indonesia. Istilah ini menggambarkan kelompok pengunjung mal yang datang ramai tetapi tidak banyak membeli, atau bahkan hanya nongkrong tanpa belanja sama sekali. Sementara rohana berarti rombongan yang hanya mampir bertanya tanpa transaksi.
Budihardjo Iduansjah dari Hippindo mencatat, meski banyak konsumen melakukan rojali, industri makanan dan minuman (F&B) justru mencatat kenaikan omzet hingga 510 persen. Konsumen nongkrong di caf atau outlet F&B setelah berkeliling mal, lalu membeli minuman atau makanan ringan, meski tidak membeli produk lain.
Fenomena tersebut mencerminkan pergeseran pola konsumsi di Indonesia, yakni dari pembelian barang ke belanja pengalaman dan layanan jasa, serta belanja daring. Ekonom mencatat masyarakat kini cenderung menahan konsumsi, dan lebih memilih menabung atau investasi daripada belanja secara impulsif.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis : Muhammad Idris, Sakina Rakhma Diah Setiawan
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi
Narator: Novyana Nurmita Dewi
Video Editor: Maria Utari Dewi
Produser: Akhmad Muawal Hasan
#Periwtia #Viral #Rojali #Rohana #Viral
Music: Vishnu - Patrick Patrikios
Artikel terkait:
https://money.kompas.com/read/2025/07/26/184738026/arti-rojali-dan-rohana-istilah-yang-viral-di-medsos?page=all#page2ย
https://money.kompas.com/read/2025/07/23/204156126/fenomena-rojali-yang-minum-satu-yang-ngumpul-lima-orangย