:

Ganjar-Mahfud Kalah di 'Kandang Banteng', tapi PDIP Menang, Pengamat Politik Ungkap Penyebabnya

2 tahun lalu

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Komisi Pemilihan Umum masih melakukan rekapitulasi suara Pilpres dan Pileg 2024.

Hingga Kamis (15/2) pukul 11.00 WIB, Hasil real count sementara menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD kalah dengan Prabowo Gibran di Jawa Tengah dan Bali.

Di mana Jawa Tengah dan Bali disebut sebagai kandang banteng partai PDIP.

Namun hasil berbeda justru diraih PDIP sebagai partai pengusung Ganjar-Mahfud.

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tetap menang di kandangnya sendiri.

Seperti di Provinsi Bali, menurut real count sementara KPU, PDIP unggul dari partai lain dengan raihan suara mencapai 40.990 atau 56,24%.

Sementara di Jawa Tengah, PDIP masih perkasa dibanding partai lain dengan merih suara mencapai 283.271 atau 26,13%.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai hasil semacam ini diluar dugaan dari PDIP sendiri.

Di mana Ganjar-Mahfud kalah dari Prabowo-Gibran di Jateng dan Bali.

Padahal, kata Ujang, kampanye terakhir Ganjar-Mahfud digelar di Solo Jawa Tengah yang kerap diibaratkan juga sebagai lumbung suara PDIP.

Ujang mengatakan kampanye terakhir yang digelar tersebut ternyata hanya bisa berefek kepada suara PDIP dan tidak berdampak pada raihan suara Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah.

Ya ini di luar dugaan PDIP ya. PDIP merasa percaya diri dan kampanye terakhir di Jawa Tengah, besar-besaran untuk menjaga suara partai sekaligus yang sama untuk memenangkan Ganjar-Mahfud.

Tapi fakta dan kenyataannya, mereka bisa mengawal suara partai, tetapi tidak bisa memenangkan Ganjar-Mahfud, katanya kepada Tribunnews.com, Kamis (15/2/2024).

Ujang menilai tergerusnya suara Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah akibat 'Jokowi Effect' di mana Presiden Jokowi terus menyasar Jawa Tengah dan Bali lewat gelontoran bantuan sosial (bansos) yang kerap disalurkannya menjelang pencoblosan.

Selain efek gelontoran bansos, Ujang menilai faktor ketokohan Jokowi dan Gibran juga menjadi faktor Ganjar-Mahfud kalah dari pasangan capres-cawapres nomor urut 2 tersebut.

Jokowi kan orang Solo, orang Jawa Tengah. Gibran juga orang Solo. Jadi ya bisa merebut suara di situ sehingga Prabowo-Gibran menang di situ, ujarnya.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Penyebab Ganjar-Mahfud Kalah di 'Kandang Banteng', tapi PDIP Menang?, https://www.tribunnews.com/mata-lokal-memilih/2024/02/15/apa-penyebab-ganjar-mahfud-kalah-di-kandang-banteng-tapi-pdip-menang?page=2.

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto

Editor: Sri Juliati

Host: Rima Anggi

Vp: Gianta

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke