TRIBUN-VIDEO.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah menerima laporan yang dilayangkan kepada capres nomor urut 1 Anies Baswedan.
Diketahui, laporan itu dilayangkan oleh kelompok atas nama Advokat Pengawal Demokrasi (APD).
Mereka menilai Anies menyindir calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto saat bertemu para ulama di Jambi dalam rangkaian kampanyenya.
Laporan sudah kami terima, kata Anggota Bawaslu RI Puadi saat dikonfirmasi, Kamis (21/22/2023).
Bawaslu bakal dalam dua hari ke depan akan melakukan kajian awal untuk menilai laporan tersebut memenuhi ketersyaratan formil dan materil atau tidak.
APD melaporkan capres Anies Baswedan ke Bawaslu RI pada Rabu (20/12/2023) kemarin.
Yayan, perwakilan APD, mengatakan Anies menyindir Prabowo emosional saat debat perdana Pilpres 2024 di Kantor KPU, Jakarta, pada 12 Desember 2023.
Untuk itu, APD menilai Anies telah menjadikan calon presiden lainnya sebagai bahan tertawa sehingga Anies dianggap tidak beretika.
Terhadap perbuatan Anies dimaksud tentu saja tidak dapat dibenarkan, karena tidak beretika bahkan merupakan pelanggaran atas larangan kampanye sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam ketentuan dan aturan gukum mengenai pemilu, tutur Yayan dalam keterangannya.
Dalam laporannya, mereka menjerat Anies Baswedan telah melanggar Pasal 280 (1) huruf c juncto Pasal 521 Undang-Undang Pemilu, dan Pasal 72 ayat (1) huruf c Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu.
Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan di Banten, calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan membagikan sebuah rahasia mengapa dirinya mampu mengontrol emosi secara baik atau stabil dalam sisi emosi.
Pasalnya, dalam berpolitik, amat sangat penting untuk mengontrol emosi agar selalu bisa tenang dan menyampaikan sesuatu secara rasional dan lugas.
Kita itu akan selalu merasa nyaman dan tidak nyaman, itu bagian dari perjalanan kita dan akan dirasakan kapanpun. Makin sering Anda merasa nyaman dan tidak nyaman, semakin sering Anda memiliki stabilitas emosi, kata Anies di Universitas Bina Bangsa, Serang, Banten, Kamis (21/12/2023).
Meski sempat tersirat sebuah pernyataan bahwa sikap Anies sangat santun seperti pada saat debat perdana capres sebelumnya, dia menilai bahwa itu bukan sebuah bentuk kesantunan melainkan stabilitas emosi.
Stabil itu tercermin dalam sikap yang santun. Tapi santun belum tentu stabil. Pemimpin itu yang diperlukan bukan kesantunannya tapi stabilitasnya, tukas Anies.
Stabilitas itu ada dalam dirinya, bukan di dalam tampilan luarnya. Sering kali kita tidak bisa membedakan ini stabil atau santun dan itu harus melewati berbagai tantangan, ujarnya.
Lebih lanjut Anies menilai sikap stabilitas emosi lebih penting daripada kesantunan untuk seorang pemimpin.
Dirinya berkata bahwa stabilitas emosi yang dimiliki mantan Gubernur DKI Jakarta itu memang sudah terlatih sejak lama sehingga bisa mengontrol emosi dengan baik.
Saya bersyukur sudah berorganisasi sejak SMA, SMP dan itu semua memberikan bekal karena kita terus bertemu dengan situasi yang nyaman dan tidak nyaman, kata Anies
Kata Anies, setiap kesulitan yang dihadapi saat menghadapi situasi tidak nyaman tersebut dapat menggembleng diri sendiri sehingga bisa mengendalikan emosi kapanpun.
Jika kita tidak terbiasa dengan suasana tidak nyaman, maka maunya jadi serba nyaman. Ketika tidak nyaman maka ya akan berat, pungkas Anies.(*)
Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Salim Maula
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bawaslu Kaji Laporan soal Anies yang Disebut Sindir Prabowo Emosional, https://www.tribunnews.com/mata-lokal-memilih/2023/12/21/bawaslu-kaji-laporan-soal-anies-yang-disebut-sindir-prabowo-emosional.
Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: acos acos