SEMARANG, KOMPAS.TV - Meskipun Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah terus memperketat penyaluran BBM subsidi, namun pembelian solar bersubsidi untuk nelayan kini dinilai lebih mudah, sebab terbantu dengan menggunakan aplikasi. Seperti yang diungkapkan Eko Purnomo, salah satu nelayan warga Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Menurutnya kini pembelian solar subsidi bagi nelayan lebih mudah karena bisa dilakukan dari mana saja.
Diungkapkan, pembelian solar bersubsidi dibatasi maksimal 60 liter dalam sehari. Namun, dalam sekali melaut, ia biasanya hanya membutuhkan sekitar 60 hingga 65 liter solar, sebab ia hanya melaut di sekitar perairan Pekalongan saja.
Eko mengaku mendapat solar bersubsidi sejak ia memiliki kapal sendiri sekitar lima tahun terakhir, namun solar bersubsidi bagi nelayan tersebut sudah diketahuinya sejak lama. Menurutnya tidak ada kendala pembelian solar bersubsidi dan pasokan BBM bagi para nelayan juga lancar.
“Ya enak sih sekarang, sudah ada aplikasi siap kan, terus lagi pelayanannya kan cepat sekarang udah gak kayak kemarin. Dibatasi, cuma 60, ya kebutuhannya 60, 65 sehari,” ucap Eko.
Sementara Manager SPBN 47.511.05 Jasa Mina Pekalongan, Indah Wahyu mengatakan, kebutuhan solar bagi para nelayan setempat mencapai 200 ton perbulan, sedangkan nelayan yang terdata menerima subsidi mencapai 125 kapal. Namun, tidak semua kapal itu setiap bulan rutin melaut sehingga rata-rata dia melayani sekitar 80 kapal nelayan bersubsidi.
Diungkapkan, kebutuhan solar setiap kapal untuk berlayar berbeda sehingga pembelian solar terutama bagi nelayan bersubsidi disesuaikan dengan rekomendasi dari pihak terkait. Sementara suplai dan order solar di SPBN setempat sesuai kebutuhan.
“Kami melayani pengisian BBM kepada kapal-kapal yang sudah memiliki rekomendasi. Rekomendasinya dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan jadi kami terima dalam bentuk jadi. Pembeliannya sesuai dengan yang tertulis di rekom,” ungkap Indah.
Senior Supervisor Communication and Relations RJBT, Marthia Mulia Asri mengatakan, total SPBN di Jawa Tengah ada 15 buah. SPBN 47.511.05 Jasa Mina Pekalongan ini mendapat pasokan dari terminal BBM Pengapon Semarang.
“Total SPBN di Jateng itu ada 15. Distribusinya dari Pengapon, yang di bawah Pengapon ada untuk wilayah Semarang dan Pekalongan,” jelas Marthia.
Rencananya SPBN tersebut akan ditambah dua lagi yakni di Semarang dan Kendal. Dijelaskan kebutuhan setiap SPBN rata-rata sekitar 216 kiloliter perbulan.
#subsidisolar #nelayan #semarang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/454793/lewat-aplikasi-nelayan-lebih-mudah-beli-solar-subsidi